abarce

Aksi Pemalangan SD Inpres Peteley Tuai Kecaman Warga

Salah satu orang Tua murid dan Guru saat membuka Spanduk. 
Maba, abarce - Aksi pemalangan terjadi di pintu pagar SD Inpres Peteley, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, pada Senin pagi. Pemalangan itu sempat mengganggu aktivitas Siswa dan Guru yang bakal masuk ke lingkungan sekolah. 


Awalnya, beredar informasi pemalangan dilakukan oleh warga setempat. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, aksi tersebut diduga dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak menerima kebijakan rotasi jabatan kepala sekolah.
Di SD Inpres Peteley kecamatan Maba selatan.

Aksi pemalangan pintu pagar sekolah membuat sejumlah orang tua dan siswa kebingungan saat hendak memasuki area sekolah.
Mereka juga menyayangkan aksi tersebut dan menilai persoalan rotasi jabatan seharusnya tidak melibatkan fasilitas pendidikan yang berdampak langsung pada hak belajar anak-anak.

“Kalau tidak mau ada rotasi, jangan palang sekolah. Ini mengganggu proses belajar mengajar anak-anak kami,” ujar salah seorang orang tua murid di lokasi.

Ia juga mengecam tindakan tersebut karena dinilai membawa-bawa nama masyarakat tanpa persetujuan bersama. Dengan tegas mengatakan aksi itu tidak mewakili aspirasi seluruh warga Peteley.

Pantauan di lokasi pemalangan dilakukan dengan memasang sebuah spanduk di pintu pagar sekolah. Spanduk tersebut bertuliskan, “Orang Peteley juga layak jadi kepala sekolah.”

Spanduk itu dipasang sehingga menghalangi akses masuk utama ke halaman sekolah. Akibatnya, siswa dan guru sempat kesulitan untuk masuk ke area sekolah pada jam pelajaran pagi.

Tak lama kemudian, pemalangan tersebut dibuka oleh salah seorang warga.Ia membuka palang karena hendak mengantarkan anaknya masuk ke sekolah melalui pintu utama.
Sehingga aktivitas disekolah mulai kondusif.

Selain itu, sejumlah siswa mengaku mendapat arahan dari oknum mantan kepala sekolah untuk masuk ke lingkungan sekolah melalui pintu samping, bukan pintu depan yang dipalang.

Sementara itu, Menurut pengakuan salah satu warga yang namanya enggan disebut, mengaku melihat langsung proses pemasangan spanduk tersebut. Peristiwa itu terjadi Pada minggu 18 Januari 2026 sekira pukul 19.40 WIT. yang diduga dilakuakan oleh oknum yang tak Terima dengan rotasi jabatan kepala sekolah.


"Saya Liat dong ika spanduk deng tali rafia, so bukan orang lain suda", Ujarnya.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak